KULIAH

welcome

WELCOME TO MY BLOG :)dayat:)

Kamis, 31 Mei 2012

Menguji Cinta Pacar

“Aku cinta padamu!” Hmm……jangan cepat percaya. Ujilah cinta itu, jika tidak bisa-bisa engkau akan menderita selamanya karena menerima “cinta palsu”. (Bang JS)

Bayangkan, calon  staf yang melamar kerja saja sekarang diuji macam-macam. Bukan hanya ujian kepandaian, tapi juga uji kesehatan hingga psikotes. Bahkan saat diterima ada istilah magang, pegawai kontrak, hingga diangkat sebagai pekerja tetap. Nah, jika demikian ketat seleksi jadi staf di sebuah lembaga, apalagi saat menerima “lamaran cinta” seorang pria atau wanita. Kita patut mengujinya dengan seksama.

Kini sudah mulai ada alat tes pranikah. Baik untuk menguji kepribadian maupun kesehatan mental. Alangkah baiknya sebelum melanjutkan hubungan ke arah yang lebih serius setiap orang perlu menguji (cinta) calonnya.

Menguji Cinta

Berikut ini ada cerita menarik tentang bagaimana seorang Putri Raja menguji Cinta 3 Pangeran yang melamarnya.

Alkisah Seorang Raja perkasa dan terkenal bijak didatangi tiga raja tetangga. Masing-masing Raja menawarkan putra mereka agar boleh mempersunting Putri sang Raja. Tentu Sang Raja tidak mudah memutuskan.

Akhirnya dia memanggil si Putri dan meminta dia memutuskan yang terbaik untuk dirinya. Berkat bimbingan penasehat Raja, si Putri Raja membuat satu kontes sederhana tapi dampaknya sungguh besar.

Si Putri Raja meminta setiap Pangeran tadi masuk sebuah ruangan besar, bercat putih bersih. Mereka diminta menghadap satu sisi tembok. Putri Raja meminta satu permintaan yang sulit diterima yakni,

” Jika Pangeran benar-benar mencintai saya mohon berlari kencang dan tabrakkan diri Pangeran ke tembok di depan sana”

Pangeran pertama, langsung menyerah. membayangkan dia akan benjol dan geger otak. Dia mundur dengan teratur.

Pangeran kedua, lebih berani. Dia segera ancang ancang dan berlari sekencang-kencangnya. Namun menjelang dua meter dari tembok dia berhenti. Dia pilih undur diri dari kontes ini. Dia merasa si Putri Raja ini aneh.

Beda dengan Pangeran ketiga. Sejak awal dia sudah kenal baik, bahwa Raja itu terkenal bijak, si Putri Raja namanya harum sebagai Putri yang berbudi luhur. Dia berpikir “Pasti ini hanya suatu jebakan, tidak mungkin dia akan membinasakan kami. Itu bisa membuat perang…”.

Dia segera ambil ancang-ancang dan berlari kencang hingga menabrak tembok tadi. Badannya jeblos ke dalam ruangan sebelah. Ternyata tembok itu hanyalah terdiri dari karton tebal yang mirip tembok bata.

Sang Putri Raja akhirnya berkenan menerima cinta Pangeran ketiga, sebab cintanya telah teruji.

Cinta Palsu?

Meski umumnya orang menikah bilang karena cinta, namun sebenarnya ada beberapa alasan yang lebih kuat mendorong orang menikah. Alasan itu pada dasarnya bukanlah cinta. Beberapa contoh:

Orang (terpaksa) menikah karena kadung sudah ada hubungan intim atau hamil. Sebagian lain karena status sosial dan desakan orangtua. Lainnya karena Merasa takut apa kata orang banyak kalau mereka tidak jadi nikah karena sudah lama pacaran? Meskipun  pacarnya punya kecendrungan kasar dan gemar memukul, dia tetap memaksakan diri menikah.

Ada pula yang menikah karena motif ekonomi, berharap calon pasangannya bisa menjamin masa depannya. Meski ia tahu orang itu lebih pantas ayah atau ibunya, tetap saja ngotot menikah. Sebagian lain karena dijodohkan Ortu.

Sebagian lainnya “jatuh cinta” karena sering-sering ketemu, ya akhirnya suka juga. Yang lebih serius, menikah karena berharap pasangannya bisa menjadi pengganti ayah atau ibunya. Jika alasan di atas menjadi motif Anda (akan) menikah, sebaiknya ditunda.

Kenali dengan Baik

Teman, Cinta itu tidak buta. Setiap orang yang mau menikah haruslah  mengenali, mencermati, dan memahami benar orang yang akan anda nikahi  seumur hidup. Amati Sifat, karakter, fisik, kesehatan, intelektual, hobby, latar belakang keluarga, dsb. Pastikan lebih banyak kesepadanan daripada perbedaannya. Pastikan anda yakin bisa fit atau tepat  dengan calon pasangan anda.

Sama seperti kisah Putri Raja di atas, sangat baik Anda menguji kualitas pribadi dan cinta pasangan Anda. Tidak cukup melakukan tes kesehatan. Ujilah kepribadian pasangan Anda dan kualitas hubungan Anda selama berpacaran.

Caranya, Temui dan Dengarkanlah pendapat penasehat perkawinan. Sangat baik jika sebelumnya anda berdua mengikuti tes pranikah, alat bantu yang membuat kalian  lebih saling  mengenal secara objektif. Meski harus mengeluarkan uang dan waktu yang tidak sedikit, hasil tes itu akan menjadi bekal kalian saling mengenal sebelum memutuskan jadi menikah atau tidak.

Alat “Uji” Sederhana

Jika belum memungkinkan mengikuti tes pranikah dan bertemu Konselor,  di bawah ini ada daftar pertanyaan sederhana yang bisa membantu kalian.

Ini tentunya  bukan alat tes psikologi, tetapi hanya alat bantu bagi Anda untuk mengevaluasi hubungan dengan calon Anda. Penulis berharap, Anda benar-benar menikah dengan Orang yang sudah anda kenal cukup baik sebelum menikah

Mulailah dengan melingkari angka di bawah ini.

Angka 0 mewakili kualitas yang rendah  dan 9 mewakili kualitas yang tinggi

1. Apakah Anda benar-benar mencintai pasangan Anda: 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9

2. Berapa jujur pacar Anda?  0 1 2 3 4 5 6 7 8 9

3. Bertanggungjawabkah dia ? 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9

4. Apakah dia setia ? 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9

5. Apakah dia respek pada Ortunya ? 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9

6. Apakah dia baik dalam bergaul? 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9

7. Apakah Anda menyukai perangai atau sifatnya? 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9

8. Apakah anda merasa bebas berkomunikasi terutama perasaan Anda pada pacar Anda?   0 1 2 3 4 5 6 7 8 9

Cobalah diskusikan secara jujur dan terbuka. Evaluasi dengan sungguh-sungguh sudah sejauh mana jalannya relasi kalian. Biasanya kalian bertemu secara berkala, kadang sekali seminggu, atau ada yang sebulan sekali.

Nah, bicarakan dan  diskusikanlah hal-hal di bawah ini. Memang cukup sensitif, tetapi sangat penting untuk dibicarakan secara terbuka dan rasional. Kalian bisa menambah atau mengembangkannya.

1. Apa sih alasan kamu mencintai Saya dan memilih saya jadi suami/istrimu ?

2. Apakah kamu merasa kita lebih banyak cocok atau perbedaan selama ini?

3. Apa yang kamu harapkan dari aku jika sudah menjadi suami/istrimu nanti?

4. Menurut kamu apakah konflik kita masih sehat atau tidak? Apakah hubungan ini baik untuk diteruskan atau tidak demi kebaikan bersama?

Sifat Ortu dan Pacar Anda**)

Disamping itu baik juga mengInventarisasi Kepribadian Pasangan  Memahami kepribadian biasanya bisa nampak dari sebagian  sifat orangtua masing-masing. Ambillah waktu untuk membagikan beberapa sifat yang menonjol (plus atau minus) dari Ayah dan Ibu.

Bisa dimulai dengan melingkari jawaban di bawah ini lalu mendiskusikannya secara terbuka dan hangat. Jangan lupa sebagian sifat ortu “nempel” di kita. Jangan lupa eksplorasi latar belakang, situasi dan sebagainya. Di antaranya adalah (bisa kalian tambahkan):

1. Mudah marah

2. Dominan dan bisa memimpin

3. Bertanggungjawab

4. Adil

5. Pemurung

6. Suka gugup

7. Egois

8. Humoris

9. Keras kepala

10. Mudah gaul

11. Gampang tersinggung

12. Pemaaf

13. Suka gosip

14. Percaya dirinya bagus

15. Pendendam

16. Menghargai orang

17. Aktif berorganisasi

18. Suka menolong

19. Bisa dikritik

20. Sayang pada Mama/Papa

21. Sayang anak-anak

Berikutnya,  dengan panduan yang sama di atas,  sharingkanlah secara pribadi pendapat Anda tentang sifat pacar, bergantian.  Berikan opini dan harapan-harapan Anda. Mungkin ada yang bisa diperbaiki sebelum memasuki pernikahan. Setidaknya bahan diskusi ini bisa dibicarakan selama 1 tahun, satu atau dua topik dalam satu bulan

Kemungkinan Terburuk

Beberapa orang biasanya tidak menyiapkan kondisi terburuk dari suatu pernikahan. Padahal ada banyak kemungkinan buruk terjadi. Meski tidak kita harapkan, tapi patut kita siapkan. Ada beberapa kondisi yang perlu anda siapkan lewat beberapa pertanyaan di bawah ini. Memang sifatnya sangat  pribadi dan tidak mudah didiskusikan dengan calon Anda.  Tapi ya dicoba saja. Ini sangat baik dibicarakan sebelum menikah.

1. Apa yang kamu lakukan jika suatu hari setelah kita menikah, aku kecelakaan atau sakit parah dan tidak bisa memberi kebutuhan biologis mu

2. Apa sikapmu jika setelah menikah sekian lama ternyata kita tidak mendapatkan anak

3. Apa pendapatmu jika suatu saat aku di PHK dan lama tidak memiliki pekerjaan yang memadai?

4. Mamaku sudah lama sakit, dia tinggal sendiri. Bagaimana jika akhirnya mama minta tinggal dengan kita?

5. Apa yang akan kamu lakukan jika ternyata setelah sekian lama kita menikah ada “orang ketiga” diantara kita?

6. Tambahkan sendiri he he he….

Penutup

Halooo…ini hanya sekedar berbagi, jangan jadi takut menikah ya. Jangan…..

Tulisan ini bisa dipakai sebagai alat brainstorming atau bahan diskusi awal untuk lebih saling mengenal. Sangat dianjurkan menemui konselor perkawinan, atau psikolog yang bisa memberikan psikotes untuk anda berdua. Sehingga hasilnya lebih afdol, dan persiapan menikah lebih baik. Dianjurkan konseling pranikah sedikitnya sekitar 4-6 bulan, lebih panjang persiapan semoga hasilnya lebih baik.

Semoga bermanfaat

Pentingnya Memeriksa Kualitas Tidur


Di antara Anda, adakah yang yakin bahwa tidur Anda benar-benar sehat dan berkualitas? Mungkin hanya sedikit saja yang dapat memastikannya. Pasalnya, jarang sekali ada yang benar-benar memerhatikan kualitas tidurnya sebelum kemudian sadar kalau tidurnya bermasalah.
Bahkan, kebiasaan seperti mendengkur atau ngorok juga seringkali dianggap sebagai hal yang lumrah saat tidur. Mendengkur kerap tak dinilai sebagai suatu kondisi yang menimbulkan ancaman bagi kesehatan. Yang lebih parah, ngorok dianggap sebagai pertanda seseorang tidur nyenyak. 

Faktanya, anggapan keliru tersebut masih melekat. Tak heran bila banyak orang masih belum sadar kalau tidurnya bermasalah. Kebiasaan mendengkur merupakan salah satu jenis gangguan tidur yang paling banyak dialami dan dihiraukan oleh banyak orang. 

Seperti yang diungkapkan Arie Cahyono, dokter spesialis THT dari RS Premier Bintaro, mendengkur adalah kondisi yang tak boleh dianggap sepele. Walau 'ngorok' merupakan bunyi yang diakibatkan penyempitan di saluran nafas, tetapi kondisi tersebut bisa berakibat fatal bagi kesehatan.

"Bunyi itu muncul karena jalan nafas terhalang sehingga ada getaran pada langit-langit rongga mulut dekat tenggorokan akibat udara yang melewatinya saat bernafas melalui mulut. Penyebabnya beragam, bisa karena sumbatan di daerah THT misalnya polip pada hidung, sumbatan pada langit-langit mulut atau lidah yang ukurannya besar," ujar Arie dalam acara Health Talk bertema 'Jangan Sepelekan Tidur Mendengkur' di RS Premier Bintaro, Rabu (30/5/2012) kemarin. 

Arie memaparkan, walaupun masih ringan mendengkur sebaiknya tidak dibiarkan. Pasalnya, dalam jangka panjang dengkuran ini berpotensi menimbulkan gangguan lebih serius. Bahkan bila mendengkur sudah dalam tahap berat, maka dapat menimbulkan kondisi henti nafas atau disebutobstructive sleep apnea (OSA).

OSA, papar Arie, adalah henti napas saat tidur yang terjadi berulang-ulang karena sumbatan jalan napas atas yang diikuti dengan menurunnya kadar oksigen darah. Hal ini dapat menimbulkan berbagai efek buruk, karena tubuh akan kekurangan oksigen yang berulang sepanjang malam.  "Dapat menyebabkan stres pada jantung dan organ lain, memperberat kerja jantung, kualitas tidur buruk, badan tidak segar saat bangun dan siang hari mudah mengantuk," jelasnya.

Beberapa riset, lanjut Arie, juga mengaitkan OSA dengan sejumlah risiko penyakit degeneratif seperti hipertensi, jantung koroner, diabetes melitus, stroke, bahkan kanker.  Menurut penelitian, bila (mendengkur) dibiarkan lebih dari empat tahun, maka risiko seseorang mengidap berbagai penyakit tersebut akan semakin tinggi. Hal ini terjadi karena tubuh kekurangan oksigen secara kronis dan terus menerus, sehingga sel-sel tubuh mengalami peradangan.

Klinik tidur
Untuk mencegah risiko kesehatan akibat buruknya kualitas tidur, Arie menyarankan mereka yang mengalami gangguan tidur seperti mendengkur sebaiknya memeriksakan diri di fasilitas klinik pemeriksaan tidur (sleep clinic). Ini adalah klinik khusus yang dirancang untuk mempelajari gangguan yang terjadi di saat tidur.  Pemeriksaan kualitas tidur juga sangat disarankan bagi mereka yang dicurigai mengalami gangguan tidur selain mendengkur seperti sering mengantuk di siang hari atau mereka yang ketika bangun tidak merasa segar. 

Dr Lanny S Tanudjaja dari Sleep Clinic RS Premier Bintaro memaparkan, di klinik tidur ada beberapa jenis pemeriksaan yang biasa dilakukan terhadap pasien, mulai dari konsultasi, pemeriksaan fisik untuk melihat bentuk rahang, kondisi dalam mulut termasuk lidah, langit-langit dan amandel, hingga pemantauan tidur di malam hari (sleep study). Untuk pemantauan tidur, pasien biasanya harus menginap  semalam di klinik. 

Dalam pemantauan tidur ini, pasien harus tidur minimal selama enam jam dan dipasangi berbagai alat untuk memantau serta merekam berbagai aktivitas tubuh selama tidur.  Beberapa aktivitas yang direkam di antaranya listrik otak, gerakan bola mata, otot dagu, jantung. Selain itu, diukur pula kadar aturasi dalam darah pasein, rekaman dengkuran serta rekaman upaya bernafas dari otot dada perut.

"Dari sleep study tersebut, berbagai gangguan tidur dapat dideteksi.  Misalnya apakah pasien mengalami OSA ," imbuh Lanny.
Seluruh hasil pemeriksaan menjadi pedoman dokter dalam menentukan sejauh mana kualitas tidur pasien, berikut jenis-jenis gangguan tidur yang dialami.  Hal ini pula yang kemudian akan menjadi dasar penentuan terapi lebih lanjut, apakah pasien memerlukan tindakan medis seperti operasi dan pemasangan alat-alat khusus, atau sekedar modifikasi gaya hidup. 

Klinik tidur, kata Lanny, merupakan layanan terbaru yang ditawarkan RS Premier Bintaro. Klinik ini melibatkan ahli-ahli dari beberapa disiplin ilmu kedokteran termasuk spesialis telinga, hidung dan tenggorokan serta spesialis paru.

ROKOK = MAUT !!!


Add caption
Indonesia saat ini mempunyai prestasi yang cukup menyedihkan seputar rokok. Jumlah perokok di Indonesia masuk dalam tiga besar di dunia setelah China dan India (WHO 2008). Sementara itu konsumen rokok di negeri kita berada di urutan setelah China, Amerika Serikat, Rusia, dan Jepang, di tahun 2007.

Yang membedakan kita dengan Amerika Serikat adalah, negara Paman Sam itu sudah berhasil menekan jumlah perokok. Di tahun 2010 hanya tinggal 19,3 persen yang masih merokok. Keberhasilan Amerika untuk dapat menekan jumlah perokok pada masyarakatnya adalah karena kampanye media secara massal yang terus menerus dan konsisten akan dampak buruk merokok, harga rokok yang terus meningkat dan memperluas daerah bebas rokok.  

Di Indonesia hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2010 menunjukkan bahwa 1 dari 3 orang Indonesia merokok. Usia perokok Indonesia paling tinggi ada  pada kelompok usia produktif, yakni 25-64 tahun. Sebagian besar orang yang merokok di Indonesia adalah  penduduk pedesaan, tingkat pendidikan rendah, umumnya mereka  pekerja informal dengan status ekonomi rendah. 

Kondisi ini sungguh menarik dan menjadi renungan kita bersama. Orang-orang yang berpendidikan tinggi cenderung menghindari rokok. Hanya 19,6 % perokok setiap hari yang bertitel sarjana. Orang-orang dengan penghasilan tetap dan status ekonomi baik juga berkurang yang merokok. 

Salah satu hal yang membuat mereka mengurangi mengkonsumsi merokok karena mereka bekerja di ruang-ruang tertutup dan ber AC yang membuat mereka tidak dapat merokok setiap saat di ruangan tertutup.  

Di sisi lain yang perlu kita simak profil para perokok Indonesia dari RISKESDAS tersebut adalah lebih dari 60% usia pertama kali orang merokok di Indonesia kurang dari 20 tahun. Kelompok umur 15-19 tahun merupakan kelompok yang terbesar merokok. Tetapi ada hal yang sangat menyedihkan bahwa ada sekitar 2,2 % orang yang mulai merokok pada masa anak-anak yaitu pada umur 5-9 tahun.  Bahkan kita juga semua tahu bahwa beberapa anak Balita kita sudah menjadi pencandu rokok.

Kita juga tahu bahwa perokok aktif ini menjadi masalah pada lingkungan sekitarnya. Mereka akan membuat orang di sekitarnya menjadi perokok pasif. Apalagi lebih dari 75 % perokok merokok di rumahnya. 

Dampak buruk rokok
Tampaknya kita semua sudah tahu bahwa rokok berdampak buruk bagi kesehatan. Cuma masalahnya  bagi perokok karena sudah candu tidak mudah bagi mereka untuk meyakinkan diri untuk tidak merokok. Bagi perokok kadang-kadang yang menjadi patokan dampak merokok buat mereka adalah gangguan pernafasan. Sehingga jika mereka tidak batuk dan tidak sesak mereka masih tetap merokok.

Padahal efek samping dari merokok tidak melulu berdampak pada saluran pernafasan. Tampaknya mereka harus “kapok” terlebih dahulu sebelum mereka berhenti merokok. Pasien yang mengalami kanker antara lain kanker lidah, karena kerongkongan,  kanker usus besar,  kanker paru atau kanker pankreas akan menyesali kenapa mereka merokok setelah menderita kanker.  

Rasanya cerita dampak buruk rokok pada seseorang akan selalu kita alami terjadi pada keluarga kita. Apalagi saya yang sehari-sehari bertemu dengan pasien, melihat langsung dampak rokok pada kesehatan seseorang. Kalau penyakit akibat rokok tidak terlalu berat biasanya pasien hanya mengurangi sedikit rokoknya dan kembali lagi untuk merokok setelah sehat. Tetapi jika dampak sakit pada perokok tersebut cukup berat biasanya mereka berhenti merokok total.

Serangan stroke ringan atau TIA juga kadang kala membuat kapok seorang perokok untuk tidak merokok lagi. Ini terjadi pada ayah sendiri dimana beliau seorang perokok kuat dan berhenti total setelah jatuh di kamar mandi dan mengalami serangan stroke ringan. 

Para perokok yang mengalami hipersensitifitas pada saluran pernafasannya yang ditandai dengan rasa sesak biasanya takut untuk mencoba rokok lagi. Serangan jantung juga kerap membuat kapok seseorang untuk merokok.

Dampak lain yang sebenarnya tidak diketahui oleh para perokok bahwa rokok akan menyebabkan gangguan pada saluran pencernaan atas seseorang. Mereka yang merokok sering merasa begah, cepat kenyang dan kembung.
Rokok juga menyebakan asam lambung naik kembali ke kerongkongan atau refluks yang mencetuskan penyakit GERD. Belum lagi rokok juga dapat merusak gusi serta gigi geligi. Mereka umumnya tidak nafsu makan karena lambungnya sudah terasa penuh dengan gas akibat hirupan asap rokok. 

Kondisi hipoksia kronis pada seseorang perokok juga dapat mencetuskan penurunan nafsu makan, Oleh karena itu kita sering mendengar seseorang perokok yang berhenti merokok berat badannya akan naik karena nafsu makannya bertambah atau menjadi meningkat setelah berhenti merokok. 

Akhirnya di hari dunia  tanpa tembakau yang jatuh pada tanggal 31 Mei  saya juga mengingatkan kembali kepada kita semua untuk peduli akan dampak buruk rokok ini. Rokok merupakan zat yang sangat membahayakan tubuh baik bagi perokok maupun orang yang berada disekeliling perokok tersebut.
Kita harus mendukung penuh pelaksanaan perluasan daerah bebas asap rokok.  Perlu kita dukung juga peringatan kesehatan berbentuk gambar pada bungkus rokok. Secara terus menerus hal ini akan membantu pelaksanaan kampanye anti rokok karena berdampak buruk bagi kesehatan.